Surabaya• Viralindonesia52blogspot.com
Diduga kongkalikong dengan 'Lurah Kapasan Sukarno, maka dugaan penyimpangan proyek Dakel di Gembong Gang buntu, yang sempat menuai banyak sorotan dari warga, terkesan adanya ' *pembiaran* '.
Lurah Kapasan selaku PPK proyek (Pejabat Pembuat Komitmen), tidak ada upaya untuk melakukan sanksi atau teguran keras terhadap kontraktor pelaksana dan terkesan *' *tutup mata* ' Sehingga pengerjaan proyek Dakel masih tetap berjalan lancar sampai selesai.
Beberapa warga menilai adanya 'main mata' dengan oknum pejabat Kelurahan Kapasan sehingga adanya pembiaran dalam pengerjaan proyek Dakel di Gembong Gang Buntu yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek), tanpa sertu, dan hanya menggunakan tanah sisa galian.
Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan dan kekhawatiran dari warga terhadap mutu dan kualitas saluran jangka panjangnya.
Serta kurangnya transparansi dari Kelurahan dalam pelaksanaan proyek, karena warga sekitarnya tidak pernah dilibatkan dalam pengerjaan proyek Dakel. Hal ini bisa berdampak negatif pada hasil akhir proyek dan berpotensi merugikan negara atau masyarakat.
"Sebetulnya warga sini merasa kecewa terhadap proyek Dakel Gembong Gang Buntu. Sebab dalam pengerjaan warga tidak pernah dilibatkan oleh pihak Kelurahan, dan pengerjaanya diluar Pokmas," ujar salah seorang warga Gembong.
*Proyek Dakel Diduga Diperjual Belikan*
Sementara itu menurut pengakuan salah satu kontraktor yang mengaku bernama Bagoes, mengatakan, bahwa saya mendapatkan proyek Dakel Kapasan, ' *tidak gratis* ' sudah habis banyak, puluhan juta. Saya dapat Dakel Kapasan lewat Ltfi dan Mril, malahan saya sudah transfer uang ke rekening ' *Umiyati* ' ujarnya saat ditemui di Sentral PKL Taman Prestasi, Ketabang Kali, setelah magrib, pada akhir Juli 2025.
"Saya selaku warga Kapasan sebetulnya merasa kecewa, dengan pihak Kelurahan Kapasan, terkait dugaan penyimpangan proyek Dakel Gembong Gang Buntu, dan diduga proyek dakel diperjual belikan.
Ada indikasi apa Lurah selaku PPK proyek kok diam saja, tanpa melakukan sanksi atau teguran keras terhadap kontraktor pelaksana ?? Kok malah diam saja terkesan adanya pembiaran terhadap proyek Dakel yang syarat dengan penyimpangan," ujar cak yanto dari Komunitas Pergerakan Arek Suroboyo, dan juga warga Kapasan.
Lanjutnya, seharusnya Lurah menghentikan proyek Dakel
tersebut, dan karena pengerjaanya syarat dengan dugaan penyimpangan," ujar Cak Yanto.
Seharusnya Inspektorat dan Polda Jatim harus turun tangan untuk segera memanggil Lurah selaku PPK untuk dimintai keterangan, terkait adanya dugaan proyek Dakel Kapasan telah diperjual belikan, ujar Cak Yanto.
"Perlu diingat Proyek Dakel Gembong Gang Buntu merupakan Proyek Negara yang anggaranya di ambil APBD 2025, bukan Proyek Keluarga yang bisa seenaknya sendiri dibuat ajang KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme)," ujar Cak Yanto saat ditemui dirumahnya, Minggu (3/8/2025).
Mungkin merasa ' *anak emas* ' walikota Surabaya Eri Cahyadi, Lurah Kapasan Sukarno saat di konfirmasi lewat wa/telepon tidak menjawab, dan terkesan ' *kebal hukum'*
( Yanto/ tim)



Posting Komentar
0Komentar