TULUNGAGUNG• Viralindonesia52.com
Di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang padat, suasana hangat dan penuh kreativitas mewarnai Auditorium IDIK lantai 2. Para tenaga kesehatan dan karyawan berpartisipasi dalam Lomba Kreasi Takjil sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Ramadan 1447 H, yang digelar pada Rabu (18/02/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi manajemen terhadap potensi dan keterampilan karyawan di luar tanggung jawab medis maupun administratif. Sebanyak 16 tim dari berbagai ruangan dan instalasi turut ambil bagian, menampilkan kreasi terbaik mereka.
Menariknya, panitia menetapkan ketentuan khusus, yakni setiap tim wajib mengolah pisang sebagai bahan utama dalam sajian, baik dalam bentuk makanan, minuman, maupun pelengkap hidangan.
Penanggung jawab kegiatan, dr. Siti Umi Hanik, Sp.THT-KL, menyampaikan bahwa lomba ini lahir dari keinginan untuk mengangkat sisi kreatif para tenaga kesehatan.
“Kami melihat potensi luar biasa dari rekan-rekan yang ternyata memiliki hobi dan keterampilan memasak yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas tersebut,” ungkapnya di sela acara.
Dalam proses penilaian, dewan juri mengacu pada lima indikator utama, yaitu:
1. Kreativitas dan inovasi, mencakup keunikan konsep serta pengemasan takjil
2. Penampilan, yang menitikberatkan pada estetika dan daya tarik visual
3. Kesesuaian tema, khususnya pemanfaatan pisang sebagai bahan dominan
4. Kualitas penyajian (plating), meliputi kerapian dan harmonisasi tampilan
5. Rasa dan tekstur, dengan penilaian pada keseimbangan cita rasa dan konsistensi hidangan
Menurut dr. Siti Umi Hanik, kegiatan ini tidak sekadar perlombaan, melainkan juga sarana penyegaran di tengah rutinitas kerja yang intens. Selain itu, momentum ini diharapkan mampu mempererat sinergi dan kebersamaan antar-unit kerja.
“Kami ingin menghargai talenta lain yang dimiliki para tenaga kesehatan. Ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga memiliki kreativitas yang patut diapresiasi,” pungkasnya.
(Agung Susilo)




Posting Komentar
0Komentar